Optimalisasi Personal Website untuk Dosen sebagai Media Pembelajaran Daring/E-learning yang Efektif dan Efisien

Optimalisasi Personal Website untuk Dosen sebagai Media Pembelajaran Daring/E-learning yang Efektif dan Efisien

Di era revolusi industry 4.0 dan bahkan telah memasuki society 5.0, penggunaan internet sudah menjadi kebutuhan utama. Penggunaan internet di lingkungan pendidikan mengalami peningkatan yang cepat, seiring dengan dianjurkannya pemanfaatan internet sebagai salah satu media pembelajaran di perguruan tinggi. Penggunaan internet tidak hanya sekedar mencari informasi, tetapi juga sebagai media publikasi dan komunikasi dalam meningkatkan mutu dan kualitas perguruan tinggi yang direalisasikan dalam sebuah website. Bahkan saat ini, mengingat dunia khususnya Indonesia sebagai salah satu negara terdampak pandemi covid-19, sedang menggalakkan pembelajaran jarak jauh/pembelajaran elektronik/pembelajaran berbasis internet (e-learning) di mana siswa dan guru bisa saling berkomunikasi melakukan pembelajaran dan ujian secara online dari manapun dan kapanpun. Ini merupakan langkah preventif yang dilakukan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 yang cukup masif dan tak terkendali. Seluruh sekolah dan perguruan tinggi diharapkan mampu mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh/daring atau e-learning dalam rangka menjaga stabilitas proses belajar mengajar. Namun, ada beberapa kendala yang nampaknya dihadapi oleh perguruan tinggi khususnya para dosen. Pertama: Pada umumnya perguruan tinggi belum siap untuk mengelola website/situs pembelajaran daring secara optimal. Faktanya pembelajaran yang paling banyak digunakan, adalah melalui aplikasi WhatsApp dan Zoom Meeting yang notabene mengalami beberapa kekurangan, beberapa di antaranya pembelajaran yang tidak tersistem karena tidak dapat memantau kehadiran dengan efektif; Untuk beberapa daerah di Kendari konekvitas penggunaan Zoom tidak terlalu stabil sehingga penyampaian materi tidak efektif apalagi zoom sifatnya live; Beberapa mahasiswa dan dosen mengeluh karena koneksi yang kurang stabil serta keterbatasan akses internet (kuota). Kedua: Tidak semua dosen memiliki kecakapan IT yang memadai sehingga mereka memiliki keterbatasan dalam mengaplikasikan pembelajaran daring/e-learning. Ketiga: Fasilitas yang disediakan oleh beberapa kampus untuk pembelajaran daring/e-learning cukup terbatas.

Berdasarkan kendala yang dikemukakan di atas, peneliti bermaksud memberikan solusi sederhana dan kiranya mudah dipahami oleh para dosen dalam mengaplikasikan pembelajaran daring/e-learning yaitu: Optimalisasi personal website untuk dosen sebagai media pembelajaran daring/e-learning yang efektif dan efisien.

Menurut Yuhefizar; Web adalah suatu metode untuk menampilan informasi di internet, baik berupa teks, gambar, suara maupun video yang interaktif dan mempunyai kelebihan untuk menghubungkan (link) satu dokumen dengan dokumen lainnya (hypertext) yang dapat diakses melalui sebuah browser. Adapun personal website atau website pribadi yaitu jenis web yang dimiliki oleh seorang individu, walaupun berupa website pribadi tetapi tidak melulu kontennya berisi hal yang bersifat pribadi dari pemilik website tersebut, namun bias juga dijadikan sarana pembelajaran, branding bahkan berbisnis. Keberadaan website saat ini merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat di hindari lagi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin modern. Teknologi informasi (internet) merupakan bagian penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Personal website merupakan satu bentuk identitas diri yang baru di era global ini. Khususnya dosen sebagai figur pendidik diharapkan mampu memaksimalkan fungsi website untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi.

Benefit

Adapun manfaat personal website saat ini yaitu: sebagai sarana pembelajaran daring/e-learning dalam mendukung social distancing di tengah pandemi covid-19 yang lebih jelasnya diilustrasikan seperti bagan di bawah ini:

Benefit Personal Website (Dosen)

1. Pembelajaran Kontekstual & Tersistem

Melalui personal website, dosen akan lebih terbantu karena materi telah terkonsep dengan baik dan disajikan secara sistematis.

2. Pembelajaran dengan Fleksibilitas Waktu dan Tempat

Personal website memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran sepanjang memilki gadget (smartphone atau laptop) dan akses internet.

3. Pembelajaran “Paperless” yang Ramah Lingkungan

Personal website menyediakan materi pembelajaran secara digital (audio, visual ataupun audio visual) sehingga tidak ada lagi “hardcopy” yang berarti meminimalisir penggunaan kertas dan secara tidak langsung mendukung program “Go Green”.

4. Stimulus terhadap Kepekaan IT Mahasiswa

Dengan mewajibkan mahasiswa untuk mengunjungi personal website dalam mengakses materi pelajaran, secara tidak langsung dosen mengajarkan mahasiswa untuk tanggap terhadap perkembangan informasi teknologi (IT). Mahasiswa harus mengetahui cara mengunjungi website serta memahami intruksi yang diberikan via website.

5. Stimulus  Kreatifitas dan Kecakapan IT Dosen

Dalam mengelola personal website, dosen harus memiliki kreatifitas dan kecakapan dalam menggunakan perangkat dan aplikasi berbasis IT sehingga dosen akan selalu terpacu untuk mengembangkan dirinya.

Implementasi/Penerapan

Dalam mewujudkan personal website untuk dosen, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan yaitu:

Unsur-Unsur Penting dalam Mengembangkan Personal Wesbite (Dosen)

1. Hosting

Hosting merupakan tempat penyimpanan file/data-data yang diperlukan oleh sebuah website sehingga dapat diakses melalui internet.

2. Domain

Domain merupakan nama yang diberikan untuk mengidentifikasi sebuah website. Contoh: seorang dosen bernama Yuditra Farmana maka, nama domainnya biasanya www.yuditrafarmana.id atau www.yuditrafarmana .com sehingga websitenya dapat diakses bila mengetikkan domain/url tersebut pada taskbar brower.

3. Keterampilan menggunakan Content Management System (CMS)

Content Management System yang akan digunakan oleh pengusul adalah WordPress karena dari segi user interface dapat memudahkan pengguna dalam mengelola konten yang ada di dalam website. Dalam hal ini, dengan pengetahuan yang dimiliki pengusul dan TIM maka akan diadakan pelatihan (online) selama 3 hari untuk meningkatkan keterampilan mengelola website dengan CMS.

4. Keterampilan Desain (Photoshop dan Canva)

Materi pembelajaran atau konten yang terdapat pada harus terlihat menarik oleh karena itu dibutuhkan kemampuan mengoperasikan “tools” desain. Tools yang digunakan yaitu Photoshop dan Canva. Dalam hal ini, dengan pengetahuan yang dimiliki pengusul dan TIM maka akan diadakan pelatihan (online) selama 3 hari untuk meningkatkan keterampilan desain menggunakan tools tersebut.

5. Kreatifitas dalam Mendesain Materi Pembelajaran

Kreatifitas dalam menyajikan materi pembelajaran yang menarik sangat dibutuhkan karena nantinya mahasiswa yang akan mengunjungi personal website dosen harus dapat memahami materi dan tertarik untuk mempelajari materi tersebut. Sehinggga terlaksana pembelajaran online yang menyenangkan.

Dalam penerapannya pengusul membatasi cakupan dosen yang akan diberi “treatment” yaitu 30 Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam Kendari. Domain akan diusahakan sesuai dengan nama dosen yang bersangkutan. Pelatihan yang diberikan yaitu pelatihan online atau tutorial yang dikirim melalui link YouTube tim pengusul mengingat aturan pemerintah Social Distancing dalam rangka pencegahan Covid-19.

Bibliography:
Yuhefizar, H. R., & Hidayat, R. (2006). Cara Mudah Membangun Website Interaktif Menggunakan Content Management System Joomla. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

1 thought on “Optimalisasi Personal Website untuk Dosen sebagai Media Pembelajaran Daring/E-learning yang Efektif dan Efisien”

Leave a Reply to Andi Jumaena Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *